Senin, 18 Agustus 2014

Canon EOS 650D, Kamera SLR Terbaru Canggih dengan Teknologi Hybrid CMOS AF


Canon dikenal sebagai produsen kamera SLR canggih. Dan, mereka baru saja meluncurkan kamera SLR terbarunya ke Indonesia, yakni Canon EOS 650D. Kamera inipun menawarkan penggunaan yang mudah namun dapat menghasilkan gambar berkualitas.
Kamera ini merupakan kamera dengan sensor CMOS 18MP dan prosesor DIGIC 5. Canon EOS 650D ini juga dilengkapi dengan sistem autofocus (AF) baru yang memiliki kecepatan dan tingkat akurasi yang tinggi berkat teknologi Hybrid CMOS AF. Dengan adanya teknologi tersebut, memungkinkan Anda untuk meningkatkan kecepatan AF meskipun menggunakan mode Live View ataupun Movie Shooting.
Pihak Distributor kamera ini, yakni PT. Datascrip melalui Marketing Manager Sintra Wong mengatakan bahwa kamera ini merupakan kamera entry level tercanggih di kelasnya yang menawarkan kualitas prima. Kamera inipun dapat dengan mudah dioperasikan, sehingga siapapun bisa memakai kamera yang satu ini.
Bersamaan dengan kamera ini, Canon juga meluncurkan dua lensa terbarunya, yakni Lensa EF-S 18-55mm IS dan EF-S 18-135mm IS STM. Kalau Anda ingin membeli kamera saja, maka Anda bisa membelinya seharga Rp.8.075.000. sedangkan kalau ingin membeli kamera plus lensa EF-S 18-55mm IS, maka Anda harus membayar Rp.8.825.000. Dan terakhir, kamera Canon EOS 650D plus lensa EF-S 18-135mm IS STM, dipatok dengan harga Rp.11.325.000.

Pengaturan Warna Foto dengan White-Balance (WB)

Pada kamera DSLR  ada fitur yang untuk pengaturan  warna foto yaitu dengan white balance(WB). Umumnya bagi yang baru belajar fotografi menggunakan kamera DSLR dan penghobi fotografi awam menganggap remeh hal ini padahal hasil foto juga tergantung pada pengaturan  white balance.

lensafotografi.com
Gambar 1
Setting White Balance sangat berpengaruh terhadap warna.
Ada beberapa Pilihan pengaturan warna foto dengan White Balance sesuai dengan konidisi dimana anda melakukan penngambilan gambar, yaitu:
1. Auto WB
Pengaturan warna foto dengan White Balance paling mudah adalah dengan Auto White Balance (AWB). Dengan mode AWB kamera DSLR akan membaca temperature warna secara otomatis. Anda bisa mengandalkan mode AWB untuk pemotretan outdor siang hari dan pemotretan menggunakan lampu flash. Namun untuk suasana tertentu seperti sunset dan sumber cahaya lampu minyak, Anda perlu mengatur WB secara manual atau menggunakan Preset WB.
2. Preset WB
Dengan preset WB anda tinggal memberitahu pada kamera DSLR jenis sumber cahaya yang akan digunakan. Kamera akan memprogram hasil White B alance terbaik untuk sumber cahaya yang ada. Perlu Anda Ingat, Untuk sumber cahaya matahari, Anda tak harus selalu menggunakan Preset Daylight karena intensitas dan warna matahari tergantung pada waktu dan cuaca. Anda bisa mencoba Cloudy atau Shade, tergantung cuaca saat anda memotret.
Preset WB menyediakan beberapa pilihan sesuai temperature sumber cahaya yang ada, yaitu: Tungsten/Incandescent, Flurescent, Daylight/Direct sunlight, Flash, Cloudy, dan shade.
a. Tungsten atau incandescent (2500-3500k)
Diberi simbol bohlam, cocok untuk mengkomposisi sumber cahaya bohlam yang berwarna kekuningan. Preset ini bisa Anda pakai untuk memotret indoor tanpa flash. Bila Setting ini dipakai pada sumber cahaya lain yang lebih kuat, hasil foto akan kebiruan..
b. Fluoroscent (4000-5000k)
Diberi symbol lampu neon, cocok digunakan untuk pemotretan di ruangan dengan pencahayaan lampu neon
c, Daylight atau Direct sunlight (5000-6500K)
Diberi symbol matahari, dapat anda gunakan saat pemotretan outdoor di bawah cahaya matahari langsung
d. Flash (5600k)
Diberi symbol kilat. Preset ini disesuaikan dengan tempertaur warna dari flash kamera. Preset Flash dipilih jika anda menggunakan lampu flash, temperature warna dianggap paling natural, tidak kebiruan atau kekuningan.
e. Cloudy (6500-8000K)
Diberi symbol awan, cocok digunakan saat cuaca mendung diluar ruangan. Pada siang hari preset ini menghasilkan warna yang lebih hangat jika dibandingkan dengan pengaturan WB saat daylight.
f. Shade (8000-1000K)
Diberi symbol rumah atau pohon. Digunakan pada siang hari di area yang teduh terkena bayangan rumah atau pohon, bukan sinar matahari langsung. Preset ini juga dapat anda gunakan pada kondisi mendung.
Jika preset Daylight menghasilkan warna terlalu kebiruan, Anda bisa menaikkan temperaturnya ke preset Cloudy atau shade. Sebaliknya jika warna foto kekuningan (artinya preset terlalu tinggi), dapat Anda turunkan temperaturnya ke preset Tungsten (lampu bohlam) atau Flurscent. Foto-foto contoh berikut ini diambil pada saat yang sama, dengan seting white balance yang berbeda.
3. White balance manual
Pada kamera DSLR tersedia fasilitas pengaturan warna foto dengan White BalanceManual. Pengaturan ini merupakan cara paling akurat, dapat Anda gunakan pada situasi sumber pencahayaan yang kompleks di mana dalam satu lokasi terdapat beberapa jenis temperatur warna. Cara penggunaannya adalah dengan memotret kertas putih. Kamera akan mendeteksi warna putih dan menyimpan temperaturnya. Selanjutnya Anda memotret dengan takaran temperature yang  sama. Pada karmera analog SLR untuk untuk pengaturan white balance menggunakan filter yang dipasang didepan lensa.

sumber:
Rakhmat Supriyono, Your Guide to Good Photography

7 Alat yang Wajib Dimiliki PenggunaDSLR

1. Baterai Cadangan
Sepertinya ini tampak sepele. Namun banyak fotografer pemula sering mengabaikan pentingnya baterai ekstra. Tentunya kita tidak pernah ingin ketika berlibur, dan tengah foto-foto, atau kegiatan berburu foto yang lain, kita bisa kehilangan momen luar biasa karena tiba-tiba indikator baterai kamera kita berkedip merah.
Dalam memilih baterai cadangan, kita bisa membeli baterai yang asli atau bisa juga membeli bateraithird party yang secara harga tentunya bisa lebih murah. Baterai cadangan ini juga bisa disematkan langsung ke kamera Anda dengan bantuan grip.
2. Filter UV
Meskipun dari namanya jelas bahwa fungsi dari aksesoris ini adalah untuk filtering sinar UV, tetapi sebagaian besar fotografer menggunakannya sebagai pelindung lensa. Sebuah filter UV ditempatkan di atas lensa dan berfungsi untuk melindungi lensa dari debu, kotoran, dan goresan.
Untuk sebuah filter UV, memiliki harga berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp1 juta, tergantung pada merk dan kualitas. Secara umum, kita harus berinvestasi dengan membeli Filter UV jika kita tidak ingin terjadi masalah terhadap lensa yang kita pakai.
3. Camera Case atau Tas Kamera
Ini merupakan sebuah aksesoris yang wajib dan sangat direkomendasikan bagi Anda pengguna kamera DSLR. Alasan tas kamera sangat diperlukan karena kita harus memikirkan aksesori apa yang perlu kita bawa ketika kita bepergian. Baterai cadangan, kartu memori, card reader, filter, lensa tambahan, dan cleaning kit yang masing-masing akan membutuhkan tempat di tas Anda.
Setelah Anda tahu apa yang perlu disimpan, ini akan menjadi sebuah pertimbangan yang baik sebelum menentukan jenis tas atau ransel yang kita butuhkan.
Saran dari kami, belilah sebuah tas kamera yang memiliki banyak padding dan proteksi eksternal, sehingga peralatan kita aman dari hal-hal yang ada di luar yang mungkin bisa masuk dan mengotori kamera DSLR kita.
4. Cleaning Kit
Tidak peduli apakah kita menggunakan filter UV atau tidak untuk lensa kita, yang jelas kita membutuhkan aksesoris Cleaning Kit di dalam tas dan wajib dibawa ke mana pun. Cleaning Kit untuk kamera DSLR biasanya terdiri dari, Kain Microfiber untuk membersihkan sidik jari dan noda. Sebuah blower debu untuk menyingkirk
5. Hard Drive Eksternal
Jika kita awalnya terbiasa dengan kamera saku dengan ukuran file yang kecil, tampaknya kita harus siap dengan ukuran file yang besar ketika beralih menggunakan kamera DSLR. Kamera DSLR menghasilkan output jenis file jauh lebih besar, terutama ketika kita mengambil gambar pada resolusi super tinggi, RAW, atau format video HD.
Untuk mengakomodasi kebutuhan penyimpanan sejumlah file besar, kita bisa membeli hard drive eksternal. Kapasitas yang tepat tergantung pada seberapa banyak jepretan yang akan kita lakukan, tapi banyak yang salah di sisi keselamatan, jadi jika kita bisa, belilah hard drive dengan kapasitas penyimapanan setidaknya 1TB.
Setelah kita telah mengatur hard drive yang kita punya, segera membuat sistem untuk mengatur foto dan video sehingga kita akan tahu persis di mana untuk menemukan dan mem-backup foto secara cepat ketika dalam keadaan darurat.
6. Tripod
Tripod merupakan kunci utama menghasilkan jepretan yang tajam, potret diri sendiri, foto dengan eksposur yang lama, dan sangat membantu ketika sedang pemotretan dengan cahaya rendah.
Namun demikian, begitu banyak jenis tripod yang dapat kita pilih. Sebagai permulaan, mencari tripod, cari dan belilah tripod berbahan serat karbon yang ringan dengan ketinggian standar dengan kemampuan memutar secara vertikal untuk gambar potret.
Jika kita ingin mendirikan studio foto dan sering mengambil gambar untuk pesta dan foto produk atau barang buatan tangan, tripod dapat menjadi alat yang benar-benar berguna.
7. Lensa Fix 50mm
Jika kita bertanya bagaimana menghasilkan sebuah karya foto dengan efek bluring dan bokeh yang bagus baik blur di bagian depan maupun belakang dengan sebuah titik fokus, maka lensa Fix 50mm f1.8 adalah jawabannya.
Lensa ini sangat tepat digunakan untuk foto potrait, food photography, low-light photo, dan lain sebagainya. Lensa Fix 50mm merupakan lensa yang cukup baik dibandingkan hanya dengan lensa kit, dan yang paling penting lensa ini tidak seberapa mahal. Harga berkisar mulai Rp1 juta, tergantung merek dan bukaan lensanya.