Senin, 18 Agustus 2014

Pengaturan Warna Foto dengan White-Balance (WB)

Pada kamera DSLR  ada fitur yang untuk pengaturan  warna foto yaitu dengan white balance(WB). Umumnya bagi yang baru belajar fotografi menggunakan kamera DSLR dan penghobi fotografi awam menganggap remeh hal ini padahal hasil foto juga tergantung pada pengaturan  white balance.

lensafotografi.com
Gambar 1
Setting White Balance sangat berpengaruh terhadap warna.
Ada beberapa Pilihan pengaturan warna foto dengan White Balance sesuai dengan konidisi dimana anda melakukan penngambilan gambar, yaitu:
1. Auto WB
Pengaturan warna foto dengan White Balance paling mudah adalah dengan Auto White Balance (AWB). Dengan mode AWB kamera DSLR akan membaca temperature warna secara otomatis. Anda bisa mengandalkan mode AWB untuk pemotretan outdor siang hari dan pemotretan menggunakan lampu flash. Namun untuk suasana tertentu seperti sunset dan sumber cahaya lampu minyak, Anda perlu mengatur WB secara manual atau menggunakan Preset WB.
2. Preset WB
Dengan preset WB anda tinggal memberitahu pada kamera DSLR jenis sumber cahaya yang akan digunakan. Kamera akan memprogram hasil White B alance terbaik untuk sumber cahaya yang ada. Perlu Anda Ingat, Untuk sumber cahaya matahari, Anda tak harus selalu menggunakan Preset Daylight karena intensitas dan warna matahari tergantung pada waktu dan cuaca. Anda bisa mencoba Cloudy atau Shade, tergantung cuaca saat anda memotret.
Preset WB menyediakan beberapa pilihan sesuai temperature sumber cahaya yang ada, yaitu: Tungsten/Incandescent, Flurescent, Daylight/Direct sunlight, Flash, Cloudy, dan shade.
a. Tungsten atau incandescent (2500-3500k)
Diberi simbol bohlam, cocok untuk mengkomposisi sumber cahaya bohlam yang berwarna kekuningan. Preset ini bisa Anda pakai untuk memotret indoor tanpa flash. Bila Setting ini dipakai pada sumber cahaya lain yang lebih kuat, hasil foto akan kebiruan..
b. Fluoroscent (4000-5000k)
Diberi symbol lampu neon, cocok digunakan untuk pemotretan di ruangan dengan pencahayaan lampu neon
c, Daylight atau Direct sunlight (5000-6500K)
Diberi symbol matahari, dapat anda gunakan saat pemotretan outdoor di bawah cahaya matahari langsung
d. Flash (5600k)
Diberi symbol kilat. Preset ini disesuaikan dengan tempertaur warna dari flash kamera. Preset Flash dipilih jika anda menggunakan lampu flash, temperature warna dianggap paling natural, tidak kebiruan atau kekuningan.
e. Cloudy (6500-8000K)
Diberi symbol awan, cocok digunakan saat cuaca mendung diluar ruangan. Pada siang hari preset ini menghasilkan warna yang lebih hangat jika dibandingkan dengan pengaturan WB saat daylight.
f. Shade (8000-1000K)
Diberi symbol rumah atau pohon. Digunakan pada siang hari di area yang teduh terkena bayangan rumah atau pohon, bukan sinar matahari langsung. Preset ini juga dapat anda gunakan pada kondisi mendung.
Jika preset Daylight menghasilkan warna terlalu kebiruan, Anda bisa menaikkan temperaturnya ke preset Cloudy atau shade. Sebaliknya jika warna foto kekuningan (artinya preset terlalu tinggi), dapat Anda turunkan temperaturnya ke preset Tungsten (lampu bohlam) atau Flurscent. Foto-foto contoh berikut ini diambil pada saat yang sama, dengan seting white balance yang berbeda.
3. White balance manual
Pada kamera DSLR tersedia fasilitas pengaturan warna foto dengan White BalanceManual. Pengaturan ini merupakan cara paling akurat, dapat Anda gunakan pada situasi sumber pencahayaan yang kompleks di mana dalam satu lokasi terdapat beberapa jenis temperatur warna. Cara penggunaannya adalah dengan memotret kertas putih. Kamera akan mendeteksi warna putih dan menyimpan temperaturnya. Selanjutnya Anda memotret dengan takaran temperature yang  sama. Pada karmera analog SLR untuk untuk pengaturan white balance menggunakan filter yang dipasang didepan lensa.

sumber:
Rakhmat Supriyono, Your Guide to Good Photography

Tidak ada komentar:

Posting Komentar